Linimasa Sejarah Paroki

Setiap periode menandai langkah penting dalam pembentukan dan pelayanan Gereja Paroki Santa Veronika Kaiwatu.

1987
1987 – sekarang

Sejarah Gereja Santa Veronika Kaiwatu

Pada tahun 1987, Gereja Katolik Stasi Santo Yohanes Pemandi Kairagi, Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting, saat itu sebagai ketua Stasi Bapak Johanis Mokalu dan Pastor Paroki Erasmus Liwe, MSC., terdapat umat 32 (tiga puluh dua) Kepala Keluarga yang berasal dari desa Kaiwatu, kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa yang memisahkan diri dari stasi Induk, Santo Yohanes Pemandi serta membentuk dua kelompok umat, yaitu:

Kelompok 1: Berjumiah 16 (enam belas) Kepala Keluarga berdomisili disekitar Perumahan PDK, dengan menggunakan Bunda Hati Kudus sebagai pelindung dan sebagai ketua kelompok adalah Bapak Frans Rumangu.

Kelompok II: Berjumlah 16 (enam belas) Kepala Keluarga berdomisili di sekitar Lorong Perintis dengan menggunakan Santo Yosep sebagai pelindung dan sebagai ketua kelompok adalah Bapak Alex Rumimpunu.

Hukum tua (Kepala desa) Kaiwatu saat itu adalah Bapak Tiong Luntungan, memberikan sebidang tanah untuk membangun gereja, yang letak tanah pada saat itu berada di belakang Tanah Keluarga Leung-Rante, karena saat itu belum ada gedung gereja, maka pelayanan perayaan Ekaristi oleh pastor paroki Ratu Rosari Suci Tuminting dilakukan sebulan sekali secara bergantian di rumah umat kedua kelompok tersebut.

Dalam perjalanan waktu, diadakan diskusi antara tokoh-tokoh umat serta mengadakan pendekatan kepada Keluarga Leung Rante (pemilik tanah di pinggir jalan, tepatnya lokasi gedung gereja saat ini berada) dan terjadi kesepakatan tukar guling, dimana tanah milik gereja Katolik menjadi milik Keluarga Leung-Rante dan sebaliknya tanah milik Keluarga Leung-Rante menjadi tanah milik Gereja Katolik. Setelah adanya lokasi representative yang terletak di tepi jalan raya utama, umat secara gotong royong membangun gedung gereja yang sederhana sehingga perayaan Ekaristi sudah bisa dilaksanakan di gedung gereja meskipun hanya sebulan sekali.

Pada tahun 1988, dengan keberadaan kompleks Perumahan BTN TNI-AL KAIRAGI INDAH di Kaiwatu, dimana terdapat 16 (enam belas) Kepala Keluarga Umat Katoilk, maka dibentukiah kelompok ill dengan nama pelindung Bunda Maria dengan ketua kelompok Bapak Cornelis Ngala. Sebagai pemenuhan persyaratan penyediaan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial bagi warga Perumahan, Pengembang Perumahan BTN TNI-AL KAIRAGI INDAH memberikan sebidang tanah untuk umat Katolik, yang letaknya di depan rumah Keluarga Ngala-Palit. Hingga saat ini, status tanah tersebut masih menjadi milik gereja.

Pada tahun 1988, dalam suatu pertemuan umat, dilakukan pemilihan ketua Stasi dan yang terpilih. Bapak Julian Sundalangi. Selanjutnya melalui pertemuan ketua stasi, ketua-ketua kelompok dan tokoh umat, dibentuklah panitia pembangunan gereja tahap 1. Tanggal 6 September 1990 gereja diberkati oleh Uskup Manado Mgr. Joseph Suwatan, MSC., dan di resmikan oleh Gubernur Propinsi Sulawesi Utara, C. J Rantung yang dihadiri juga oleh Pastor Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting Pastor Erasmus Liwe, MSC., dan Bupati Kabupaten Minahasa J.O Bolang, dengan menggunakan nama pelindung Santa Veronika.

Pada tanggal 14 September 1994, terbentuk Paroki Yesus Gembala Baik Paniki Bawah, hasil pemekaran Paroki Yohanes Penginjil Laikit. Dan mulai saat itu Gereja Katolik Stasi Santa Veronika Kaiwatu menjadi wilayah kerja Reksa Pastoral Paroki Yesus Gembala Baik Paniki Bawah dengan Pastor Paroki Nivo Veldosen, Pr.

Seiring dengan pertumbuhan perumahan disekitar Jalan Politeknik Raya, perkembangan umat di wilayah rohani Bunda Maria sangat pesat, sehingga dilakukan pemekaran dan terbentuklah wilayah rohani Santo Yohanes Pembaptis dengan ketua wilayah rohani Bapak Benedictus Yoesmono.

Pada tahun 2005 oleh Pastor Paroki Yesus Gembala Baik Paniki Bawah, Pastor Herman Kaawoan, Pr. dilakukan pemekaran wilayah rohani Bunda Maria menjadi 3 (tiga), yaitu: Wilayah Rohani Santo Dominikus dengan ketua Bapak Benny Renjaan, Wilayah Rohani Santa Skolastika dengan ketua Bapak Herry Kontra dan Wilayah Rohani Santa Katarina dari Siena dengan ketua Ibu Elisabeth Fifin Sukmawati dan sejak saat itu istilah Kelompok Umat berubah menjadi Wilayah Rohani.

Pada tahun 2008 Pastor Herman Kaawoan Pr. melaksanakan rapat DPS Pleno dan sebagai ketua Stasi saat itu adalah Ibu Carolina Pitoy serta membentuk panitia pembangunan gereja tahap II. Adapun yang dibangun adalah ruang rapat di lantai dua dan pagar gereja bagian depan yang semuanya selesai pada tahun 2010.

Jumlah umat terus bertambah dan pada tanggal 15 November 2009, saat itu Pastor John Karundeng, Pr. sebagai Pastor Paroki Yesus Gembala Baik Paniki, melakukan pemekaran wilayah rohani Yohanes Pembaptis menjadi 2 (dua), yaitu: Wilayah Rohani Santo Yohanes Pembaptis dengan ketua Bapak Benedictus Yoesmono dan Wilayah Rohani Santo Albertus Magnus dengan ketua Bapak Yohanes Sarman.

Pada tanggal 16 April 2012 terbentuk wilayah rohani Santa Bernadette yang adalah pemekaran dari wilayah rohani Santa Katarina dari Siena dengan ketua Bapak Sri Budi Rahardjo.

Pada tanggal 1 Desember 2012 Pastor John Karundeng, Pr., membentuk panitia pembangunan gereja tahap til, dengan fokus pembangunan lantai 2 bagian depan gereja. Pembangunan dilanjutkan dengan membangun pastoran, ruang pertemuan dan pembuatan teras depan gereja dimana Pastor Joutje Palit, Pr., yang menjadi pastor paroki Yesus Gembala Baik Paniki.

Pada Bulan April 2017 oleh Pastor Frediangko Samudia, Pr. sebagai pastor paroki Yesus Gembala Baik, melakukan pemekaran wilayah rohani, yaitu:

Wilayah Rohani Santo Gregorius dimekarkan menjadi:

1. Wilayah Rohani Santo Gregorius dengan ketua Ibu Venny Warbung

2. Wilayah Rohani Santo Hieronimus dengan ketua Bapak Javed Liwutang

Wilayah Rohani Santo Lukas di mekarkan menjadi:

1. Wilayah Rohani Santo Lukas dengan ketua Bapak Monthy Dauhan

2. Wilayah Rohani Santa Cecilia dengan ketua Ibu Sofie Wilar

Sehingga Wilayah Rohani di Stasi Santa Veronika Kaiwatu berjumlah 10 (sepuluh) yaitu:

1. Wilayah Rohani Santo Gregorius

2. Wilayah Rohani Santo Hieronimus

3. Wilayah Rohani Santa Cecilia

4. Wilayah Rohani Santo Lukas

5. Wilayah Rohani Santo Yohanes Pembaptis

6. Wilayah Rohani Santo Albertus Magnus

7. Wilayah Rohani Santo Dominikus

8. Wilayah Rohani Santa Skolastika

9. Wilayah Rohani Santa Bernadette

10. Wilayah Rohani Santa Katarina dari Siena

Umat di Stasi Santa Veronika Kaiwatu terus berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat baik kualitas maupun kuantitasnya, untuk itu direncakan dan dipersiapkan menjadi Paroki, dengan berbagai usaha dari umat akhirnya Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC., melalui Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu, Pr., menyetujui untuk pembentukan paroki Santa Veronika Kaiwatu. Dan pada tanggal 30 Mei 2019 dibentuklah tim kerja persiapan pemekaran paroki Santa Veronika Kaiwatu yang disetujui oleh pastor paroki Yesus Gembala Baik Paniki Pastor Frediangko Samudia, Pr.

Berkat Rahmat Tuhan yang Maha Kuasa dan usaha kerja sama semua umat, akhirnya pada hari Jumat, 12 Juli 2019 Paroki Santa Veronika Kaiwatu diresmikan oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC., dengan 10 (sepuluh) wilayah rohani.